Pelayanan Humanis Uji SIM Satlantas Kediri Kota Bikin Pemohon Nyaman
Pelayanan uji teori Surat Izin Mengemudi (SIM) yang digelar Satuan Lalu Lintas di wilayah Kota Kediri menonjolkan pendekatan humanis, cepat, dan akuntabel. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Mako Satlantas Jalan Brawijaya Nomor 25, Kamis (19/2/2026) pukul 08.00 WIB, dengan diikuti para pemohon SIM baru yang akan menjalani tahapan ujian.
Petugas Unit Satpas Satlantas Polres Kediri Kota memberikan sosialisasi langsung mengenai tata cara pelaksanaan uji teori SIM sebelum peserta memasuki ruang ujian. Sosialisasi dilakukan secara terbuka di area halaman, disertai penjelasan alur pendaftaran, materi yang diujikan, serta standar penilaian. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap pemohon memahami proses secara utuh dan transparan.
Pelayanan tersebut merupakan bagian dari peningkatan kualitas layanan publik di bidang registrasi dan identifikasi pengemudi. Selain menekankan ketepatan prosedur, petugas juga terlihat aktif menyapa, membimbing, dan menjawab pertanyaan pemohon dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami. Pendekatan ini menjadi wujud pelayanan humanis sekaligus membangun kepercayaan masyarakat.
Kasat Lantas AKP Tutud Yudho P., S.H. menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi dilakukan agar peserta tidak mengalami kebingungan saat mengikuti ujian teori serta memahami aspek keselamatan berlalu lintas sejak awal proses.
“Kami mengedepankan pelayanan yang humanis, cepat, dan akuntabel. Pemohon SIM harus memahami alur uji teori, materi yang diujikan, serta tujuan utamanya, yaitu membentuk pengemudi yang tertib dan berkeselamatan. Semua proses kami laksanakan secara terbuka dan terukur,” ujar Tutud Yudho.
Ia menambahkan, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat yang berada di sekitar mako agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas, mengutamakan etika berkendara, serta saling menghormati, khususnya bagi umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1447 H. Masyarakat juga diajak menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dalam aktivitas sehari-hari.
Dari sisi kecepatan layanan, proses pengarahan awal hingga penempatan peserta ujian berlangsung tertib tanpa antrean panjang. Setiap tahapan dicatat dan diarahkan oleh petugas, sehingga memudahkan pengawasan dan pertanggungjawaban layanan. Sistem informasi dan petunjuk visual di lokasi turut membantu peserta mengikuti prosedur dengan benar.
Sejumlah pemohon SIM mengapresiasi pola pelayanan tersebut. Rina (27), salah satu peserta, menilai penjelasan yang diberikan petugas sangat membantu.
“Petugasnya ramah dan penjelasannya jelas. Jadi sebelum ujian kami sudah paham alurnya. Prosesnya juga terasa cepat dan tidak berbelit,” katanya.
Pendapat serupa disampaikan Andi (34) yang menyebut pelayanan lebih tertata dibanding pengalamannya beberapa tahun lalu. “Sekarang lebih transparan. Tahapannya dijelaskan di awal, jadi kami merasa lebih siap dan nyaman,” ujarnya.
Melalui model pelayanan yang menekankan sisi humanis, kecepatan proses, dan akuntabilitas, Satlantas setempat berharap kualitas pengemudi baru semakin baik sekaligus meningkatkan budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.





